Senin, 11 Oktober 2021

UNIMUDA Sorong Rintis Kolaborasi dengan beberapa Universitas di Turki

 


UNIMUDA Sorong Rintis Kolaborasi dengan beberapa Universitas di Turki

Turki | Salah satu upaya untuk mengimplementasikan visi dan misinya sebagai world class university yang berabasis tourismpreneur university, Universitas Pendidikan Muhammaddiyah (UNIMUDA) Sorong telah membawa delegasi untuk melakukan kunjungan sekaligus tanda tangan program kerjasama dengan Istanbul University yang dipimpin langsung oleh rektor, Dr. Rustamadji, M.Si. (Turki, 24/9/2021), kegiatan ini juga merupakan perintisan kolaborasi riset dengan sasaran rekognisi internasional.

Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., didampingi oleh sekretaris Badan Pelaskana Harian (BPH) UNIMUDA Sorong, Ir. Eko Tavip Maryanto, M.T., dalam diskusi dengan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Istanbul University, menyampaikan bahwa dalam tahun ini UNIMUDA Sorong telah memperoleh dana hibah dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi RI.

"…dengan rangkaian PKKM itulah, UNIMUDA Sorong dapat menjelajah sampai ke Eropa untuk menjalin kolaborasi riset," tutur Rustadmaji yang juga pernah menerima anugrah toko perubahan Republika.

Untuk tahun 2021 ini sudah dua program studi di UNIMUDA Sorong yang telah mendapat dana hibah PKKM, yakni di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu program pendidkan biologi dan pendidikan teknologi informasi.

Prof. Dr. Adem Esen, dosen Istanbul University Turki yang menjadi tujuan pertama menerima delegasi dalam menyampaikan apresiasi atas kesedian untuk jalin kerjasama, dan kedepannya akan terus dilanjutkan dengan pelaksanaan program-program yang relevan.

Sementara itu Prof. dr. Liburan Sade, Rektor KTO Karatay University  yang menjadi tujuan kunjungan berikutnya Rektor UNIMUDA Sorong bersama tim, menyampaikan terima kasih karena secara Lembaga UNIMUDA juga telah membantu KTO Karatay University dalam memperluas jaringannya.

 “Kami melakukan upaya besar untuk memperluas jaringan kerja sama internasional kami. Dan kami telah menandatangani program Kerjasama ini, yang akan mencakup infrastruktur penelitian dan bidang proyek ilmiah, serta pertukaran akademik dan mahasiswa. Tujuan kami adalah untuk mencapai yang terbaik baik secara nasional maupun internasional”. Sambut Rektor KTO Karatay University.

Dalam rintisan ini, kemudian akan diteruskan dengan publikasi bersama. Di mulai dengan penelitian bersama terkait manajemen pendidikan di Asia dan Eropa.

UNIMUDA Sorong yang merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong ini terus memantaskan diri sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, yakni dengan terus bertambahnya program studi – program studi unggulan yang lain.

Sehingga saat ini, UNIMUDA Sorong juga mengelola program studi seperti Teknik, humanio dan juga Kesehatan, dan ada prodi yang sangat relevan yaitu program studi Hubungan Internasional. Bahkan saat ini UNIMUDA juga telah diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk menyelenggarakan program studi Pendidikan Agama Islam, dan telah menerima mahasiswa baru sejak tahun 2021.

"..Sekaligus ini melengkapi program Ma'had Bilal bin Rabah yang sebelumnya telah ada," kata Rektor UNIMUDA Sorong.

Rintisan dan Pengembangan ini di pelbagai perguruan tinggi luar negara menjadi sebuah kebutuhan tersendiri.

"Tidak lagi jadi pengembangan fisik dan program studi semata, melainkan pada sasaran rekognisi global yang pada akhirnya menjadi akreditasi internasional," tutur Rustamadji.

Kunjungan dalam rangka merintis kolaborasi dengan menandatangani program Kerjasama dalam tridharma perguruan tinggi dengan Istanbul University ini didampingi juga oleh wakil rector III, beberapa kepala Lembaga di UNIMUDA, dosen utusan dari program studi TI dan Biologi serta salah salah satu Tim expert UNIMUDA, yaitu Ismail Suardi Wekke, M.A., Ph.D. Kunjungan bertolak ke Istanbul Turki sejak tanggal 22 September 2021 dan direncakan akan Kembali ke tanah air pada 1 Oktober 2021. [ds/isw]

Angkat Tema Solidaritasku, IMM Ta’aruf dengan Mahasiswa Baru 2021


Angkat Tema Solidaritasku, IMM Ta’aruf dengan Mahasiswa Baru 2021

UNIMUDANews | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi otonom di bawah naungan perserikatan Muhammadiyah. IMM menjadi salah satu organisasi intra mahasiswa yang diakui secara sah untuk bisa berkiprah secara optimal di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Setiap tahunnya, IMM mengadakan Masa Ta’aruf (Masta) IMM guna memperkenalkan IMM dan Muhammadiyah kepada mahasiswa baru. Seluruh kegiatan IMM mulai dari recruitment maupun pengkaderan, tercatat dalam kalender akademik sebagai bagian dari perwujudan atau implementasi statuta UNIMUDA Sorong. Dalam hal ini Masta IMM merupakan syarat wajib untuk dapat lanjut ke proses yudisium, terutama bagi para mahasiswa beragama muslim.

Terdapat sekitar 276 mahasiswa yang turut serta pada pembukaan Masta IMM. Kegiatan ini dibuka secara langsung pada Rabu (29/9) di Sportorium UNIMUDA Sorong, oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Najih Prasetyo dan Plt. Wakil Rektor I, Mukhlas Triono, M.Pd. Diharapkan dengan adanya Masta IMM ini mahasiswa dapat menjadikan IMM sebagai pelangsung dan penyempurna amal usaha perserikatan. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjunjung tinggi persamaan, kesetaraan, kesatuan, saling kompak, dan dapat bekerjasama demi kepentingan bersama.

“jadi IMM itu saya harapkan para adik-adik mahasiswa dapat menjadi pelangsung dan penyempurna seluruh sektor ke Indonesiaan, khususnya di Papua. Ketika sudah di kader menjadi IMM, mereka harus menjadi mahasiswa luar biasa dan bukan menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja”. Ucap Plt. wakil rektor I dalam sambutannya.

Kegiatan Masta IMM ini bukan hanya sebatas pengenalan dan materi, akan tetapi setelahnya mahasiswa harus dapat mengambil peran dalam rangka membuat perbaikan, mengoreksi, serta menyempurnakan. Sehingga agent of change pada mahasiswa benar-benar berfungsi dan tidak sia-sia.

“manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat, dan kebaikan itu sifatnya universal”. Sambungnya.

Meskipun IMM merupakan organisasi berlandaskan islam, tidak menutup kemungkinan bagi para mahasiswa nasrani untuk bergabung dalam IMM ini.

“IMM itu gerakan mahasiswa. Jadi penting bagi IMM untuk melebarkan sayapnya dan menjangkau setiap kalangan maupun komunitas, sehingga membuat dakwah menjadi menggembirakan”. Tutupnya.

Tak sampai disitu, keseruan masih terus berlanjut hingga pembukaan resmi dibuka. Kegiatan Masta IMM ini dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti orientasi, materi, dan perlombaan yang diadakan oleh panitia. Antusias dari para peserta menjadikan kegiatan Masta IMM menjadi lebih berwarna dan memberikan kesan tersendiri. (rsk) 

1.583 Maba UNIMUDA ikuti Masa Ta'aruf Mahasiswa


1.583 Maba UNIMUDA ikuti Masa Ta'aruf Mahasiswa

UNIMUDANews | Sambut mahasiswa baru pada Selasa, (21/09/21) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menyelenggarakan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MATRAS) Angkatan 2021 di Gedung Sportorium.

Masa Ta’aruf Mahasiswa atau yang sering disebut MATRAS ini merupakan media pengenalan kampus yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru untuk mengetahui dan mengenal kampus yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu selama kurang lebih 4 tahun lamanya.

MATRAS merupakan agenda tahunan UNIMUDA Sorong dalam mengawali setiap rangkaian kegiatan bagi mahasiswa baru. Melalui MATRAS ini mahasiswa diberikan materi-materi terkait penanaman nilai-nilai akademis dan karakter yang dilakukan sejak awal mahasiswa akan menempuh jalur pendidikan tinggi

Pada pembukaan MATRAS ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UNIMUDA Sorong, Kepala Polres Kabupaten Sorong, Komandan Dandim, dan Bupati Sorong juga turut hadir. Pada acara pembukaan yang dibuka oleh Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., bersama dengan Bupati Sorong, Dr. Jhony Kamuru, S.H., M.Si., dalam sambutannya Bupati Sorong mengharapkan mahasiswa di era digitalisasi bisa menjadi yang lebih baik dan lebih sukses kedepannya.

Saya dengan Rektor UNIMUDA Sorong ini dulu kita sama-sama pada zaman itu kuliah dengan susah payah, meskipun pada saat itu tidak ada persaingan sedikit pun, tapi dengan kuliah apa adanya dengan teknologi yang terbatas hari ini kita bisa berdiri disini sebagai bupati dan rektor dengan apa adanya. Tapi para mahasiswa, hari ini sudah dunia digitalisasi era milenial sekarang ini perubahan-perubahan saya percaya bahwa mahasiswa akan lebih baik lagi.” Ungkap Bupati Sorong.

Jhony juga mengatakan pada kesempatan kali ini ia memberikan penghargaan kepada UNIMUDA Sorong karena kampus ini adalah satu-satunya kampus yang ada di Sorong yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi yang tidak hanya melalui ucapan namun telah dibuktikan melalui tindakan. Beliau juga mengucapkan selamat dan sukses kepada para mahasiswa yang mengikuti MATRAS ini.

Pada kesempatan yang sama Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., juga mengatakan UNIMUDA Sorong selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan yang paling unggul beliau juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa baru bahwa hati dan pikiran mereka harus ada di UNIMUDA Sorong.

UNIMUDA Sorong selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan unggul meskipun letaknya dimana saja kita panjtang menyerah untuk maju. Kalian para mahasiswa yang baru harus hati dan pikirannya ada di UNIMUDA, sehingga nanti kalian akan bisa besar bersama UNIMUDA jadi hatinya itu harus selalu terpaut di UNIMUDA dan harus memiliki jiwa dan semangat muda.” Ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini mulai dari tanggal 21 hingga 24 September diikuti oleh sebanyak 1.583 mahasiswa baru. Pada MATRAS ini mahasiswa diberikan materi dari sejumlah dosen serta dikenalkan dengan aktivitas non akademik yang dilakukan oleh mahasiswa selama menempuh studi di UNIMUDA Sorong.

Pada MATRAS kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena kali ini ada fakultas yang baru berdiri yaitu Fakultas Agama Islam, sehingga jumlah 1.583 mahasiswa yang mengikuti MATRAS ini berasal dari 4 Fakultas yaitu, FKIP, FST, FISHUM dan FAI yang secara keseluruhan berjumlah 25 Program Studi. [kdx]

2 Tim PKM UNIMUDA Sorong Lolos ke PIMNAS 2021


2 Tim PKM UNIMUDA Sorong Lolos ke PIMNAS 2021

UNIMUDASorong | Dirjen Dikti umumkan peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos sebagai finalis pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) ke-34. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya sebanyak 2 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong berhasil dinyatakan lolos melaju ke ajang PIMNAS dan UNIMUDA berhasil masuk dalam 8 besar perguruan tinggi yang lolos.

PIMNAS ini akan digelar di Universitas Sumatera Utara (USU) pada tanggal 26-30 Oktober 2021 secara daring (daring jaringan). Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengangkat tema “Mennuju Indonesia Emas Melalui Kolaborasi untuk Inovasi dalam Bingkai Kearifan Lokal”.

2 Proposal yang berhasil lolos adalah PKM-PI oleh Ivan Agustian Efendi & Tim dengan judul Teknologi Biogas Purifier dengan Metode Water Washing-Adsorption Sebagai Optimasi Gas Metan untuk Efesiensi Produksi Usaha Rumah Tangga.

Ivan sebagai ketua tim pada penelitian tersebut mengungkapkan bahwa yang melatarbelakangi timnya untuk melakukan penelitian tersebut adalah untuk menunjang usaha kuliner yang telah melakukan penerapan energi terbarukan yakni biogas untuk menunjang usaha tersebut dan mengurangi biaya BBM. Ivan juga mengatakan pada penelitian ini telah dilakukan kerjasama dengan mitra yang profit yaitu dengan usaha kuliner.

“penelitian ini kami fokuskan kepada penerapan energi terbarukan yakni biogas pada usaha kuliner untuk menunjang usaha kuliner tersebut dan untuk mengurangi biaya BBM juga. Alasan kami untuk melakukan penelitian ini karena kami menemukan permasalahan yang dihadapi yaitu belum penggunaan biogas yang belum optimal untuk mengurangi biaya pada produksi tersebut dikarenakan rendahnya panas dari biogas yang digunakan yang mengakibatkan lamanya proses memasak sehingga penampungan gas akan habis sebelum olahan makanan matang.” Ungkap Ivan.

Ivan juga menjelaskan tujuan dari penerapan teknologi pemurni biogas ini adalah sebagai solusi teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pada biogas, sehingga penerapannya dapat menekan biaya proses produksi olahan makanan mitra. 

Selanjutnya, PKM-RE oleh Eka Savira Ni’ma Arfiani & Tim dengan judul Efektivitas Formulasi Salep Ekstrak Daun Gatal (L. Aestuans) Terhadap Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus).

Saat diwawancarai Savira mengatakan maksud dari penelitian yang dilakukannya dengan tim sesuai dengan misi dari program studinya sendiri yaitu Program Studi Farmasi untuk meningkatkan etnomedisin di Papua.

“...jadi kita tuh pengen menunjukkan ke khalayak kalau di Papua khususnya Kabupaten Sorong, Papua Barat itu memiliki etnomedisin yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan dengan bahan dasar tanaman herbal.”. Ungkapnya

Penelitian yang dilakukan ini kemudian akan didanai oleh Dirjen Dikti. Keberhasilan Mahasiswa UNIMUDA yang dinyatakan lolos ini merupakan suatu pencapaian dan kebanggaan bagi UNIMUDA Sorong, dan berharap pada kesempatan-kesempatan selanjutnya UNIMUDA Sorong dapat terus berpartisipasi dan kedepannya dapat meraih keberhasilan-keberhasilan lainnya. (kdx)

 

Minggu, 25 April 2021

Evaluasi Hasil Belajar

Tujuan dan Fungsi Evaluasi Hasil Belajar.

Pengertian Evaluasi

Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang 

telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi adalah assessment yang 

menurut Tardif (1989) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang 

dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain kata evaluasi 

dan assessnment ada pula kata lain yang searti dan relatif lebih masyhur dalam dunia 

pendidikan kita yakni tes, ujian, dan ulangan.

Evaluasi memiliki arti lebih luas daripada penilaian. Dengan kata lain di dalam 

evaluasi tercakup di dalamnya penilaian. Siapapun yang melakukan tugas mengajar, perlu 

mengetahui akibat dari pekerjaan-nya. Pendidik harus mengetahui sejauhmana peserta 

didik telah menyerap dan menguasai materi yang telah diajarkan. Sebaliknya, peserta 

didik juga membutuhkan informasi tentang hasil pekerjaannya. Hal ini hanya dapat 

diketahui jika seorang pendidik (guru) melakukan evaluasi. Sebelum melakukan evaluasi, 

maka guru harus melakukan penilaian yang didahului dengan pengukuran. Pengukuran 

hasil belajar adalah cara pengumpulan informasi yang hasilnya dapat dinyatakan dalam 

bentuk angka yang disebut skor. Penilaian hasil belajar adalah cara menginterpretasikan 

skor yang diperoleh dari pengukuran dengan mengubahnya menjadi nilai dengan prosedur 

tertentu dan menggunakannya untuk mengambil keputusan. Evaluasi hasil belajar 

merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data 

tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan 

berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan 

keputusan.

Evaluasi Prestasi Kognitif, Afektif, Dan Psikomotor

1. Evaluasi Prestasi Kognitif. Mengukur keberhasilan siswa yang berdimensi 

kognitif (ranah cipta) dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan tes 

tertulis maupun tes lisan dan perbuatan.

2. Evaluasi Prestasi Afektif. Dalam merencanakan penyusunan instrumen tes prestasi 

siswa yang berdimensi afektif (ranah rasa) jenis-jenis prestasi internalisasi dan 

karakterisasi setidaknya mendapat perhatian khusus. Alasannya, karena kedua 

jenis prestasi ranah rasa itulah yang lebih banyak mengendalikan sikap dan 

perbuatan siswa.


3. Evaluasi Belajar Psikomotor. Cara yang dipandang tepat untuk mengevaluasi 

keberhasilan belajar yang berdimensi ranah psikomotor (ranah karsa) adalah 

observasi. Observasi, dalam hal ini, dapat diartikan sebagai sejenis tes mengenai 

peristiwa, tingkah laku, atau fenomena lain dengan pengamatan langsung.

2.2 Tujuan Dan Fungsi Evaluasi

1. Tujuan Evaluasi

a. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu 

kurun waktu proses belajar tertentu. Hal ini berarti dengan evaluasi guru dapat 

mengetahui kemajuan perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar 

dan mengajar yang melibatkan dirinya selaku pembimbing dan pembantu kegiatan 

belajar siswanya itu.

b. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya. 

Dengan demikian, hasil evaluasi itu dapat dijadikan guru sebagai penetap apakah 

siswa tersebut termasuk kategori cepat, sedang, atau lambat dalam arti mutu 

kemampuan belajarnya.

c. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. Hal ini berart 

dengan evaluasi, guru akan dapat mengetahui gambaran tingkat usaha siswa. Hasil 

yang baik pada umumnya menunjukan tingkat usaha yang efisien, sedangkan hasil 

yang buruk adalah cermin usaha yang tidak efisien.

d. Untuk mengetahui segala upaya siswa dalam mendayagunakan kapasitas 

kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperluan belajar. 

Jadi, hasil evaluasi itu dapat dijadikan guru sebagai gambaran realisasi 

pemanfaatan kecerdasan siswa.

e. Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah 

digunakan guru dalam proses mengajar-belajar. Dengan demikian, apabila sebuah 

metode yang digunakan guru tidak mendorong munculnya prestasi belajar siswa 

yang memuaskan, guru sangat dianjurkan mengganti metode tersebut atau 

mengkombinasikannya dengan metode lain yang serasi.

Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi hasil belajar 

peserta didik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil 

belajar peserta didik secara berkesinambungan.

2. Fungsi Evaluasi

a. Fungsi administratif untuk penyusunan daftar nilai dan pengisisan buku rapor.

b. Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.

c. Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan 

merencanakan program remedial teaching (pengajaran perbaikan).

d. Sumber data BK untuk memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan 

dan konseling (BK).

e. Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi 

pengembangan kurikulum, metode, dan alat-alat proses mengajar-belajar.

2.3 Ragam Evaluasi

1. Pre-test dan Post-test

Kegiatan pretest dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian 

materi baru. Tujuannya ialah untuk mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa 

mengenai bahan yang akan disajikan. Post test adalah kebalikan dari pretest, yakni 

kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya 

adalah untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan.

2. Evaluasi Prasyarat

Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pretest. Tujuannya adalah untuk 

mengidentifikasi pengusaan siswa atas materi lama yang mendasari materi baru yang 

akan diajarkan.

3. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi ini dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran dengan 

tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa.

4. Evaluasi Formatif

Evaluasi jenis ini kurang lebih sama dengan ulangan yang dilakukan pada setiap 

akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya ialah untuk memperoleh 

umpan balik yang mirip dengan evaluasi diagnistik, yakni untuk mengetahui 

kesulitan belajar siswa.

5. Evaluasi Sumatif

Ragam penilaian sumatif kurang lebih sama dengan ulangan umum yang dilakukan 

untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode 

pelaksanaan program pengajaraan.

Syarat Dan Ragam Alat Evaluasi

1. Syarat Alat Evaluasi

Langkah pertama yang perlu ditempuh guru dalam menilai prestasi belajar siswa 

adalah menyusun alat evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan, dalam arti tidak 

menyimpang dari indikator dan jenis prestasi yang diharapkan. Prasyarat pokok 

penyusunan alat evaluasi yang baik dalam presfektif psikologi belajar meliputi dua 

macam, yakni : reliabilitas dan validitas.

Secara sederhana, reliabilitas berarti hal tahan uji atau dapat dipercaya. Sebuah alat 

evaluasi dipandang reliabel atau tahan uji, apabila memiliki konsistensi hasil. 

Validitas berarti keabsahan atau kebenaran. Sebuah alat evaluasi dipandang valid 

apabila dapat mengukur apa yang seharusnya diukur.

2. Ragam Alat Evaluasi

a. Bentuk Objektif

Bentuk objektif atau tes objektif, yakni tes yang jawabannya dapat diberi skor 

nilai secara lugas (seadanya) menurut pedoman yang ditentukan sebelumnya. Ada 

5 macam tes yang termasuk dalam evaluasi ragam objektif ini.

1. Tes Benar – Salah.

Soal-soal dalam tes ini berbentuk pernyataan yang pilihan jawabannya hanya 

dua macam, yaitu „B‟ jika benar, dan „S‟ jika salah. Dalam dunia pendidikan 

modern, tes semacam itu sudah lama ditinggalkan karena dua alasan :

- Tes „B-S‟ tidak menghargai kreatifitas akal siswa karena mereka 

hanya didorong untuk memilih salah satu dari dua alternatif jawaban.

- Tes „B-S‟ dalam beberapa segi tertentu dianggap sangat rendah tingkat 

reliabilitasnya.

2. Tes Pilihan Berganda

Item-item dalam tes pilihan berganda biasanya berupa pertanyaan atau 

pernyataan yang dapat dijawab dengan memilih salah satu dari empat atau 

lima alternatif jawaban yang mengiringi setiap soal. Pada zaman modern 

sekarang ini, dunia pendidikan khususnya di Barat sudah mulai meninggalkan 

tes pilihan berganda kecuali untuk keperluan-keperluan di luar pengukuran 

prestasi belajar. Alasan-alasan ditinggalnya jenis tes ini ialah :

-Kurang mendorong kreatifitas ranah cipta dan karsa siswa, karena ia 

hanya merasa disuruh berspekulasi, yakni menebak dan menyilang 

secara untung-untungan.

- Sering terdapat dua jawaban (di antara empat atau lima alternatif) yang 

identik atau sangat mirip, sehingga terkesan kurang diskriminatif.

- Sering terdapat satu jawaban yang sangat mencolok kebenarannya, 

sehingga jawaban-jawaban lainnya terlalu gampang untuk 

ditinggalkan.

3. Tes Pencocokan (Menjodohkan)

Tes pencocokan disusun dalam dua daftar yang masing-masing memuat kata, 

istilah, atau kalimat yang diletakkan bersebelahan.

4. Tes Isian.

Alat tes isian biasanya berbentuk cerita atau karangan pendek, yang pada 

bagian-bagian yang memuat istilah atau nama tertentu dikosongkan.

5. Tes Perlengkapan

Cara menyelesaikan tes melengkapi pada dasarnya sama dengan cara 

menyelesaikan tes isian. Perbedaannya terletak pada kalimat-kalimat yang 

digunakan sebagai instrumen. Dalam tes melengkapi kalimat-kalimat yang 

tersusun dalam bentuk karangan atau cerita pendek, tetapi dalam bentuk 

kalimat-kalimat yang berdiri sendiri.

b. Bentuk Subjektif

Alat evaluasi yang berbentuk tes subjektif adalah alat pengukur prestasi belajar 

yang jawabannya tidak ternilai dengan skor atau angka pasti, seperti yang 

digunakan untuk evaluasi objektif. Hal ini disebabkan banyaknya ragam gaya 

jawaban yang diberikan oleh para siswa. Instrumen evaluasi mengambil 

bentuk essay examination, yakni soal ujian mengharuskan siswa menjawab setia.

1.583 Maba UNIMUDA ikuti Masa Ta'aruf Mahasiswa

UNIMUDANews  |  Sambut mahasiswa baru pada Selasa, (21/09/21) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menyelenggarakan Masa Ta’...